Bangunan ini didirikan sebelum tahun 1950-an diawali dengan pasukan Hindia Belanda berhasil mendarat di Kota Surabaya yang ingin menjajah kembali Indonesia. perang pun tak terelakkan. Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dibawah pimpinan Sungkono, menjadikan gedung di jalan basuki rahmat ini menjadi tempat persembunyian dan markas utama dalam menyusun taktik melawan Hindia Belanda.
Bangunan ini juga pernah dijadikan markas Badan Keamanan Rakyat(BKR). Sebagai tempat persembunyian/markas tersebut pernah terkena Bom dan mengalami perpindahan mulai dari jalan Jimerto No. 25 – Jl. Kaliasin No. 30, Pregolan No. 2-4 kemudian pindah ke Carpentierstraat (Jl. Suropati) hingga akhirnya keluar kota dan menjadi markas pertahanan Indonesia.
Pada kurun waktu 1976-1991 pasca kemerdekaan gedung Eks. Markas BKR tersebut difungsikan sebagai kantor pusat PDAM Surya Sembada Kota Surabaya sebelum berpindah ke Jl. Prof. Dr. Moestopo No. 2 pada awal tahun 1992.